123

20 August 2010

Mikroba Sahabat Yoghurt (Jaman Dahulu Kala)

Benarkah yoghurt hanya mengandung bakteri asam laktat saja?


Yoghurt modern saat ini biasanya memang mengandung 2-3 bakteri asam laktat. Tapi tahukah anda bahwa dahulu sekali, sebelum ditemukannya teknologi isolasi mikroba, yoghurt dalam keadaan alaminya mengandung juga mikroba yang biasanya ikut 'nimbrung', yaitu jenis ragi.
Contoh gambar ragi jenis Saccharomyces sp. hasil mikroskop elektron.

Jenis ragi yang biasa ada di yoghurt biasanya dari jenis Saccharomyces sp. dan beberapa jenis yang lain seperti Kluveromyces sp. dan beberapa jenis lain.

Jaman dahulu kala, saat teknologi masih tradisional, keberadaan ragi tidak dapat dihindari. Meskipun demikian, mereka bukanlah kontaminan. Dalam banyak hal, keberadaan ragi justru memperkaya cita rasa pada yoghurt itu sendiri. Ragi memberikan aroma tape yang disukai banyak orang. Selain itu, mengkonsumsi yoghurt yang mengandung ragi memberikan efek hangat di tubuh (karena menghasilkan alkohol) sehingga disukai orang-orang Eropa yang hidup di udara dingin.

Namun demikian, di dunia modern, ketika yoghurt mulai dikomersialkan dengan cara dikemas, keberadaan ragi pada yoghurt justru dianggap sebagai kontaminan (meskipun kenyataannya aman dan tidak berbahaya). Mengapa? Karena adanya ragi pada yoghurt akan menyebabkan masalah pada saat pengemasan yoghurt, yaitu timbulnya gas yang dapat menyebabkan kemasan menggembung dan 'meledak' (bukan ledakan yang berbahaya). Karena itulah, yoghurt yang dikemas untuk didistribusikan harus bebas dari ragi.

Jadi sekarang kita tahu bahwa ragi adalah mikroba yang juga umum terdapat pada yoghurt. Anda tidak perlu menghilangkan ragi pada yoghurt, sepanjang yoghurt tersebut untuk dikonsumsi sendiri. Jika anda memutuskan untuk mengemas yoghurt untuk didistribusikan, maka ada cara menghilangkan ragi yang dapat anda temukan di DVD Yoghurt.

Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.