123

Showing posts with label Bisnis Yoghurt. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Yoghurt. Show all posts

05 January 2013

YOGHURT DISTRIBUSI DAN YOGHURT KULINER

Salah satu keunggulan yoghurt yang lain adalah bahwa yoghurt bisa dijadikan sebagai produk distribusi dan juga kuliner.

Produk distribusi artinya yoghurt bisa dipasarkan dalam rantai distribusi, mulai dari produsen, lalu ke distributor, lalu ke agen, lalu ke pengecer dan akhirnya sampai ke tangan konsumen.

Produk kuliner, artinya yoghurt tidak didistribusikan, melainkan disajikan di tempat dan langsung dikonsumsi. Untuk keperluan ini Anda perlu membuka gerai atau tempat nongkrong agar konsumen bisa menikmati yoghurt Anda di tempat tersebut secara langsung.

Bisnis makanan yang lain mungkin tidak bisa menjadi produk distribusi dan kuliner sekaligus, contohnya nasi goreng, sate ayam, sate kambing dll. Bisakah Anda menitipkan nasi goreng atau sate dalam keadaan hangat-hangat ke distributor, lalu agen, pengecer dan sampai ke konsumen? Itu hampir mustahil, kalau tidak bisa dibilang mustahil. Jadi, nasi goreng dan sate adalah produk murni kuliner, tidak bisa didistribusikan.

Fleksibilitas yoghurt sebagai produk distribusi sekaligus kuliner ini akan sangat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis ini nantinya. Sukses selalu untuk Anda.

Salam,
RY

18 March 2012

TIPS DAN TRIK PENYESUAIAN HARGA JUAL YOGHURT SECARA WAJAR


Rekan seperjuangan,

Tidak bisa dipungkiri, kenaikan harga BBM akan berimbas langsung pada kenaikan harga bahan baku  yoghurt, mulai dari susu, gula, LPG dan sebaginya (beruntung bibit yoghurt, anti ragi dan perisa tidak naik hehe). Biaya operasional seperti biaya distribusi pun tentunya akan naik. Pada titik ini, apa boleh buat, Anda akan melakukan penyesuaian harga. Dan masalahnya akan menjadi "rumit" karena konsumen Anda dipastikan segera memberikan respon yang bermacam-macam. Lalu, apa yang harus Anda lakukan?

Bagi Anda yang sudah memulai bisnis yoghurt sejak sebelum jaman SBY, saya yakin Anda sudah punya pengalaman dalam menyesuaikan harga yoghurt. Namun bagi Anda yang baru 1-2 tahun terakhir ini menjalankan bisnis yoghurt, Anda mungkin cemas jika menyesuaikan harga akan membuat konsumen meninggalkan Anda. Untuk itu, saya akan sedikit memberikan tips dalam penyesuaian harga yoghurt secara wajar dan tetap dalam penerimaan konsumen:

PERTAMA, konsumen Anda, apapun reaksi mereka, sebenarnya mereka sudah memahami bahwa penyesuaian harga tinggal menunggu waktu saja. Mereka mungkin awalnya mengeluh, tapi tidak akan berpaling ke produsen yoghurt yang lain, karena mereka tahu produsen lain pasti melakukan hal yang sama.

KEDUA, Anda harus paham bahwa yoghurt bukanlah kebutuhan primer bagi masyarakat Indonesia, sehingga penyesuaian harga yoghurt tidak akan menjadi sesuatu yang sensitif bagi konsumen. Fakta ini sangat meringankan kita. Mungkin akan lain ceritanya jika anda berjualan kebutuhan primer seperti beras dan minyak. Harga naik sedikit saja, konsumen Anda akan sewot.


KETIGA, sesuaikanlah harga secara wajar sebatas menyesuaikan naikan HPP (harga pokok produksi). Jika Anda cermati, rasio kenaikannya ternyata mengecil. Apa maksudnya? Begini, katakanlah HPP Anda biasanya Rp 8.000 per liter, dan Anda jual Rp 16.000 per liter. Katakanlah harga bahan baku naik 25%, maka HPP juga Anda naikkan 25% (naik Rp 2.000), menjadi Rp 10.000 per liter. Langkah penyesuaian harga jual paling aman adalah sama besarnya dengan kenaikan HPP, yaitu Rp 2.000. Jadi, kini harga jualnya Anda naikkan dari 16.000 menjadi 18.000 per liter. Apa yang Anda lihat dari sisi persentase? Ternyata persentase kenaikan harga jualnya hanya 12,5%.

Dari contoh diatas:
  1. HPP dinaikkan Rp 2.000 (dari Rp 8.000 menjadi Rp 10.000) sepintas terlihat besar, karena kenaikannya mencapai 25%.
  2. Namun ketika kenaikan Rp 2.000 tersebut dimasukkan ke harga jual (dari Rp 16.000 menjadi Rp 18.000) terlihat bahwa persentase kenaikannya tidak terasa besar, hanya 12,5% saja. Konsumen Anda dipastikan tidak akan merasa berat dengan harga baru tersebut.
  3. Terlihat bahwa laba Anda sebelum penyesuaian harga adalah Rp 8.000 (didapat dari Rp 16.000 - Rp 8.000).
  4. Setelah disesuaikan, maka laba Anda akan tetap Rp 8.000 (18.000 - 10.000). Anda dalam posisi aman.
  5. Konsumen pun akan melihat kenaikan harga tersebut realistis.

Tentu saja, ilustrasi diatas hanyalah contoh. Jika saat ini Anda telah berhasil menjual yoghurt dengan harga Rp 20.000 per liter, maka menaikkan harga ke Rp 22.000 s/d 23.000 di mata konsumen akan terlihat sangat rasional dan dapat diterima.

Kebijakan penyesuaian harga saya serahkan sepenuhnya pada Anda. Penyesuaian harga adalah bagian tak terpisahkan dalam kegiatan kewirausahaan. Hadapilah pengalaman mendebarkan ini dengan tenang dan tidak panik. Sukses selalu untuk Anda.








12 February 2012

MIKROBA PEMBANGKIT KEKAYAAN





"Mereka yang menguasai mikroba akan menguasai kekayaan"

Selanjutnya giliran Anda.








BOSAN JADI PEGAWAI


Anda bosan jadi pegawai?



Anda bisa jadi pemilik usaha. Anda menjadi bos untuk diri sendiri. Anda akan menjadi pemimpin.

Silakan ikuti pelatihan yoghurt atau membeli Paket Pelatihan Super Lengkap yang ada di sini.

Anda bisa memulai usaha yoghurt dengan mudah dan tanpa modal besar.

Bergabunglah dengan mereka yang telah mengikuti pelatihan dan sukses menjalankan usahanya.




Maju terus, pantang mundur!

CARA BERKENALAN DENGAN PARA PENGUSAHA DAN PENIKMAT YOGHURT


Bagi Anda yang ingin berkenalan dengan para pengusaha dan penikmat yoghurt, silakan gabung di facebook.com/rajayoghurt dan twitter.com/rajayoghurt.

Keuntungannya adalah:

  1. Gratis.
  2. Jaringan luas dan makin bertambah.
  3. Bisa berdiskusi dengan mereka.
  4. 24 jam sehari.



Ayo, bergabunglah segera. Tidak ada ruginya kan :)



CARA MEMBUAT BISNIS YOGHURT ANDA TIDAK BISA BANGKRUT


Rekans,

Jika Anda ingin bisnis yoghurt Anda tidak bisa bangkrut, lakukan cara ini:
  1. Jalankan bisnis yoghurt dengan modal sekecil mungkin. Bisnis yoghurt rumahan bisa dijalankan dengan modal  hanya Rp 500.000, dengan memanfaatkan peralatan dapur dan kulkas yang ada di rumah. Jadi modal Rp 500.000 dipakai bukan untuk membeli peralatan, melainkan untuk modal kerja dan pembelian bahan baku. Makin kecil modal, makin kecil resiko finansialnya.
  2. Tunjukkan produk Anda di jejaring sosial, sehingga teman-teman Anda dapat melihatnya. Ini promosi gratis.
  3. Omset yang didapat lalu diputar lagi untuk meningkatkan produksi secara bertahap dan jika harus membeli alat baru, belilah dari hasil perputaran omset. Ini disebut "self-financing". Ini cara teraman untuk membesarkan bisnis Anda.

Percayalah pada saya, tidak ada jaminan bahwa jika modalnya besar, maka bisnis pasti berhasil. Saya memulai bisnis yoghurt dengan modal hanya Rp 200.000 (tahun 2003). Teman saya yang kaya memulai bisnis cafe dengan modal 200.000.000 (seribu kali lebih besar dari modal saya). Dia bangkrut, saya tidak. Bijaksanalah dengan uang Anda.

Sukses selalu untuk Anda.